Monexnews - Saham-saham Eropa berbalik melemah dalam perdagangan volatile hari Rabu, seiring kembali munculnya kecemasan atas Yunani. Semua sektor tergelincir ke zona merah seiring imbal hasil obligasi 10-tahun Yunani melonjak sekitar 8.86%.
DAX Jerman dan CAC40 bergerak negatif, dengan masing-masing kehilangan 2% dan 2,6%. Begitu pula dengan FTSE Inggris, yang terpantau telah merosot 2,2% sejauh ini.
Peningkatan volatilitas kembali mewarnai perdagangan global hari Kamis seiring investor mencerna serangkaian data ekonomi yang lemah, termasuk penurunan penjualan ritel dan harga produsen AS. Yang menjadi pertanda jika ekonomi terbesar di dunia itu tengah mengalami perlambatan.
Kekhawatiran tentang resiko penyebaran virus Ebola, deflasi, perlambatan Eropa, penurunan harga minyak dan rendahnya volume juga berkontribusi mendatangkan sentimen negatif di pasar, mendorong investor melepas aset-aset beresiko dan beralih memasuki pasar obligasi.
Sementara pada hari Rabu kemarin Departemen Keuangan AS memperingatkan bahwa Eropa beresiko memasuki siklus deflasi. "Eropa tengah dihadapkan pada resiko inflasi lambat yang berkepanjangan atau deflasi langsung," kata Depatemen Keuangan AS dalam laporan semi-tahunannya. "Dukungan kebijakan lebih lanjut dari European Central Bank mungkin dibutuhkan untuk mendorong permintaan." (vid)
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.