Monexnews - Bursa saham AS menguat pada hari Senin, dengan S&P 500 mencetak rally paling panjang dalam sebulan, seiring ekspektasi hasil earnings kuartalan Apple dapat menutupi kekecewaan akibat pemangkasan outlook oleh International Business Machines. Selain hasil earnings Apple, data ekonomi GDP China pasca penutupan pasar hari Senin dapat mempengaruhi pasar pada hari Selasa. Saham milik IBM anjlok sebanyak 7.4% setelah raksasa teknologi yang merupakan komponen Dow tersebut melaporkan earnings kuartal ketiga yang berada di bawah estimasi. Saham Apple naik sebanyak 1.9% menjelang laporan earnings pasca penutupan. Menghapus penurunan sebanyak 119 poin, Dow Jones Industrial Average ditutup naik hampir sebanyak 0.1%, dengan IBM memimpin penurunan saham blue-chip. S&P 500 ditutup naik 0.9%, dengan saham sektor kebutuhan konsumen mencetak performa terbaik dan saham sektor industri mencetak performa terburuk. Nasdaq ditutup menguat sebanyak 1.4%.
"Karena saham Apple mendapatkan banyak fokus, ekspektasi earningsnya dapat meredakan banyak kecemasan dan menjadi tolak ukur bagi konsumen dalam cara yang mungkin tidak dapat dilakukan perusahaan lainnya," ucap Jeffrey Kleintop, kepala strategis investasi global pada Charles Schwab & Co. Bagaimanapun juga, jika hasil earnings Apple terbukti mengecewakan, hal tersebut "akan menguatkan kecemasan bahwa AS tidak dapat pulih sendiri di tengah negara lainnya," ucap Kleintop.
(xiang)
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.