Jakarta - DPR terbelah. Perseteruan Koalisi Merah Putih (KMP) yang terdiri dari Gerindra, PAN, Golkar, dan Demokrat dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang terdiri atas PDIP, NasDem, Hanura, PPP, dan PKB kembali terjadi.
Setelah pertarungan seru memperebutkan pimpinan DPR, kini berlanjut pada perebutan posisi alat kelengkapan dewan antara lain pimpinan komisi di DPR. KMP menyapu bersih seluruh posisi alat kelengkapan dewan, seperti halnya posisi pimpinan DPR.
KIH meradang dan membentuk DPR tandingan serta alat kelengkapan dewan. Gonjang ganjing politik di Senayan memanas. Kondisi ini pun berbuah banyak kritikan. Bila ribut terus, kapan akan kerjanya?
"Yang diributkan bukannya ide atau gagasan memperjuangkan hak-hak rakyat, malah posisi jabat menjabat," terang Koordinator Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) Jamil Mubarok, Jumat (31/10/2014).
Kenegarawanan diperlukan para politisi Senayan menyikapi perseteruan yang tak kunjung berakhir. Apalagi kerap kali kata musyawarah untuk mufakat didengung-dengungkan.
"Tidak memiliki kedewaaan berfikir dan bertindak. Kalau begini rakyat akan melihat dan mencibir pada mereka yang berpolitik di Senayan," jelas dia.
Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB(ndr/mad)