Jakarta - Muktamar PPP kubu Suryadharma Ali malam ini tiba-tiba memanas dari yang semula berjalan sangat solid. Pangkalnya adalah saat pimpinan sidang hendak mengesahkan kesimpulan pandangan umum yang salah satu hasilnya mengusung Djan Faridz secara aklamasi.
'Kericuhan' itu bermula usai pandangan umum yang disampaikan oleh 9 juru bicara DPW se-Indonesia yang ditunjuk berdasarkan kelompok provinsi. Pimpinan sidang kemudian menyampaikan kesimpulannya.
Poin satu tentang menerima laporan pertanggungjawaban DPP sampai point kelima memberi sanksi bagi 3 pengurus yang menginisiasi Muktamar Surabaya berjalan lancar.
Namun saat masuk point keenam tentang Djan Faridz terpilih secara aklamasi mendadak menuai banyak interupsi. Mula-mula hanya satu, kemudian riuh satu persatu hingga ada yang maju ke podium. Bukan karena tidak setuju dengan Djan, tapi pengesahan ketua umum belum masuk jadwal.
"Pimpinan sidang sahkan dulu (pandangan umum) ini, baru masuk sidang paripurna berikutnya," teriak salah seorang perserta mengacungkan telunjuk.
"Ganti pimpinan sidang!," secara spontan suasana menjadi riuh dan memanas. Petugas keamanan PPP berloreng hijau masuk dalam arena dan mencoba menenangkan peserta.
Salah seorang pengurus DPW Ja'far, mencoba menerangkan dengan naik ke atas mimbar podium. Ia menjelaskan maksud hujan interupsi dari peserta Muktamar.Next
Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV(iqb/kha)