-->

news.detik: Sanksi Murid Pelaku Bullying di Queensland: Kerja Sosial Sampai DO

news.detik
Detik.com sindikasi 
Make fitness a way of life

Sign up at a 24 Hour Fitness near you for a 7 day free trial. Join a class and find a community!
From our sponsors
Sanksi Murid Pelaku Bullying di Queensland: Kerja Sosial Sampai DO
Oct 15th 2014, 05:58, by Nograhany Widhi K

John-Paul Langbroek saat berdiskusi dengan beberapa jurnalis Indonesia (Foto: Nograhany Widhi K/detikcom)
Jakarta - Kasus bullying di dunia pendidikan selalu berulang. Dari penganiayaan dalam ekstrakurikuler di SMA 3 Jakarta hingga video kekerasan anak SD di Bukittinggi. Queensland, salah satu negara bagian Australia, juga memiliki sistem mencegah bullying. Lantas apa sanksinya?

"Solusinya menerapkan disiplin untuk pelaku bullying. Bisa diskors atau dikeluarkan. Kalau dikeluarkan itu tergantung kepala sekolahnya," tutur Menteri Pendidikan, Pelatihan, dan Ketenagakerjaan Queensland, Australia, John-Paul Langbroek, menjawab pertanyaan tentang sanksi bullying di sekolah.

Hal itu dikatakan Langbroek dalam diskusi bersama wartawan di Hotel Sheraton Bandara, Cengkareng, Tangerang, Rabu (15/10/2014). Bila diskors, imbuh Langbroek, siswa yang terbukti melakukan bullying biasanya dihukum dengan melakukan kerja sosial.

"Melakukan kerja sosial, melayani komunitas. Misalnya melayani penyandang disabilitas, agar mereka bisa belajar, menghargai dan menerima kekurangan orang lain. Atau membersihkan coretan liar yang ada di beberapa tempat," kata Langbroek.

Bila harus dikeluarkan, konsekuensinya, siswa mesti mencari sekolah baru, dari sekolah negeri ke sekolah swasta. Selain itu, di tingkat pemerintahan federal atau nasional, ada kampanye hari aksi nasional melawan bullying.

"Kami memiliki kampanye hari aksi nasional melawan bullying dan kekerasan. Kampanyenya tingkat nasional, tapi di antara beberapa negara bagian di Australia, Queensland-lah yang terdepan terhadap kampanye ini. Kami memimpin," tuturnya.

Selain mencegah bullying dengan fisik, Queensland juga memiliki sistem untuk mencegah anak-anak dari cyber bullying, berkoordinasi dengan orang tua. Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nwk/nrl)


Foto Terkait

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Media files:
125720_jplangbroek.jpg (image/jpg, 0 MB)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
LihatTutupKomentar